2016-12-27

Mitologi Nafas Dewa Apollo Pemberi Jawaban Masyarakat Yunani Kuno





















Disaat ada suatu permasalahan yang sulit di pecahkan, masyarakat Yunani kuno akan pergi sebuah tempat yang di namakan Oracle; celah bumi yang mengeluarkan gas aneh, menyerupai uap air. Ada beberapa Oracle, tapi salah satu yang paling terkenal terletak di Delphi, di atasnya berdiri sebuah kuil yang di dedikasikan untuk dewa mitologi Apollo.

Seorang biarawati tinggal di kuil ini, dan jika ada yang membutuhkan petunjuk, biarawati itu akan menghisap uap dari celah, apa yang dia ucapkan nantinya dianggap jawaban dari para dewa. Namun terkadang perkataannya tidak di mengerti dan Biasanya biarawati akan menjelaskan kembali kepada para pengunjung. Untuk memastikan, biasanya ritual akan di lakukan sebanyak tiga kali.

Sekali waktu, masyarakat Athena menanyakan kepada Oracle, apa yang harus mereka lakukan di saat genting. Oracle mengatakan agar mereka percaya dengan dinding kayu. Banyak yang bergegas ke kapal dan melarikan diri sementara sisanya percaya dengan dinding kayu Acropolis, benteng pertahanan Athena, bertempur dengan gagah berani dan akhirnya menerima kekalahan.

Oracle di Delphi pertama kali di temukan oleh beberapa pengembala yang melepaskan kambing-kambing mereka di gunung Parnassus. Mereka di bingungkan dengan fenomena kambing-kambing yang seperti kesurupan jika makan di beberapa tempat tertentu.

Para penggembala itupun mencari penyebabnya. mereka menemukan celah yang panjang dan dalam di sisi gunung, salah satu yang paling berani di antara mereka membungkuk dan menghirup uap yang keluar dari celah, seketika riak wajahnya berubah, matanya melotot, dan mulai berlari-lari sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak di mengerti.

Tak lama kemudian ia terjatuh, badannya gemetar, untuk beberapa saat ia tidak berdaya. Teman-temannya merasa ketakutan dan kebingungan. Untuk menjelaskan kejadian itu mereka beranggapan teman mereka telah kehilangan akal karena menghisap nafas dewa yang keluar dari celah gunung.

Mereka memutuskan bahwa dewa tersebut pastillah Apollo, tak lama kemudian mereka membangun kuil dan memanggil seorang biarawati yang di tugaskan menjaganya. Biarawati itu duduk di sebuah kursi berkaki tiga di dekat celah dan akan membantu para pengunjung untuk mendapatkan jawaban atas nama para dewa.

2016-12-26

Masyarakat Yunani Kuno Juga Memiliki Mitologi Banjir Besar Yang Menyapu Permukaan Bumi






















Deucalion adalah anak dari Prometheus. Dia hanya orang biasa dan bukan tokoh mitologi yang disembah seperti ayahnya, namun ia ia adalah orang yang baik dan jujur. Istrinya bernama Pyrrha, salah satu wanita tercantik dari ras manusia dalam masyarakat Yunani kuno.

Setelah Zeus membelenggu Prometheus di Gunung Caucasus dan melepaskan segala macam keburukan yang keluar dari kotak Pandora ke dunia, masyarakat Yunani menjadi sangat kejam. Mereka menjadi sombong dan tidak lagi menyembah dewa-dewi mitologi. Mereka tidak lagi memberikan sesembahan, tidak juga membangun rumah, memelihara ternak dan hidup bersama dalam damai.

Semua orang saling mengusungkan pedang kepada sesama, berperang, membuat keributan, bahkan dengan tetangga dan keluarganya sendiri, keadaan moral masyarakat Yunani sangat kacau, inilah salah satu masa paling buruk dalam mitologi,  Tidak ada hukum yang dapat menjamin keamanan siapapun, apalagi di saat Prometheus tidak berada di antara mereka, kondisi moral umat manusia menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Walaupun melepaskan keburukan adalah kehendak Zesus, namun dengan bertambahnya keburukan umat manusia, yang semakin hari semakin tidak bisa mengontrol diri untuk membuat kehancuran di mana-mana , Zeus pun mulai muak dan bosan, melihat begitu banyak pertumpahan darah dan mendengar teriakan orang miskin yang tertindas.

“Tidak ada jalan lain” kata Zeus kepada para dewa-dewi mitologi olimpus yang lain,”Kita harus melenyapkan umat manusia, di saat kita menciptakan manusia, mereka kelihatan sangat bahagia. Bahkan kita merasa ketakutan suatu saat mereka akan menjadi seperti kita, namun kenyataannya, mereka tidak mampu mengontrol dirinya dan membuat kehancuran di muka bumi”.

Zeus pun mengirim hujan-badai siang dan malam untuk waktu yang lama di atas bumi, ia meminta saudaranya, dewa laut Poseidon melepaskan air dari laut, dan air pun mulai merambah tanah menutupi dataran , kemudian hutan lalu perbukitan Yunani. Tapi manusia terlalu sibuk dengan kejahatannya, bahkan saat hujan deras dan air laut telah menyentuh kaki, mereka masih berperang dan saling menyerang satu sama lainnya.

Tak seorang pun kecuali Deucalion, putra Prometheus yang siap menghadapi malapetaka tersebut. Ia tidak pernah bergabung dengan orang di sekelilingnya yang gemar melakukan kejahatan. Sering sekali Deucalion mengingatkan, kalau mereka tidak meninggalkan perbuatan jahat, akan ada hari dimana mereka mendapatkan perhitungan.

Setahun sekali ia pergi ke gunung Caucasus untuk berbicara dengan ayahnya yang terbelenggu di puncak gunung."Hari itu akan datang," kata Prometheus, "ketika Zeus akan mengirim banjir untuk menghancurkan umat manusia di bumi. Pastikan kau siap untuk itu, anakku. "

Di saat hujan mulai turun, disaat semua umat manusia disibukkan dengan kejahatannya, Deucalion mengeluarkan perahu yang telah di persiapkannya. Hanya dia dan Pyrrha, istrinya, yang duduk di perahu itu, mereka mengapung dengan aman di saat air sudah mulai meninggi dan menenggelamkan

segala sesuatu di permukaan bumi termasuk umat manusia, entah berapa lama perahu terombang-ambing ke sana kemari.

Akhirnya hujan pun berhenti , awan putih mulai kelihatan, menyusul langit biru dan matahari berwarna keemasan menampakkan dirinya. air mulai surut dengan sangat cepat. Pada hari berikutnya kapal itu berada di atas sebuah gunung tinggi yang disebut Parnassus.

Deucalion dan Pyrrha mulai menginjakkan kaki di tanah yang kering. Dalam waktu singkat segala sesuatu yang ada di pulihkan seperti sediakala kecuali umat manusia. angin lembut mulai bersemilir diantara daun-daun. Bunga-bunga bertumbuhan, hewan-hewan berkeliaran, Yunani menjadi lebih indah daripada sebelumnya.

Tapi Deucalion dan Pyrrha sangat sedih, karena mereka tahu bahwa tidak ada lagi manusia kecuali mereka berdua. Pasangan ini pun mulai berjalan menyusuri sisi gunung menuju dataran, bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya.

Sementara mereka berbicara dan mencoba memikirkan apa yang harus di lakukan, tiba-tiba terdengar suara dari belakang. Mereka berbalik dan melihat seorang anak muda yang gagah dan tampan berdiri di salah satu batu yang menjulang.

Pemuda yang sangat tinggi, dengan mata berwarna biru dan rambut kuning. Ada sayap di sepatu dan topi. Mereka berdua langsung tahu bahwa ia adalah Hermes, pembawa pesan dari para dewa (Merkurius dalam mitologi Romawi) mereka menunggu dan siap mendengar apa yang akan dikatakannya.

"Apakah ada sesuatu yang kalian inginkan?" Tanyanya. "Katakan padaku, dan kalian akan mendapatkan apa pun yang kalian inginkan."

"Kami ingin melihat negeri ini penuh dengan manusia sekali lagi, karena tanpa tetangga dan teman-teman, dunia adalah tempat yang sangat sepi." Kata Deucalion.

"Pergilah menuruni gunung," kata Hermes, "Sambil berjalan lemparkan tulang ibumu ke belakang melalui bahumu," setelah berkata demikian, ia melompat ke udara dan menghilang.

"Apa maksudnyanya?" Tanya Pyrrha.

"Aku juga tidak tahu," kata Deucalion. "Mari kita berpikir sejenak. Siapakah ibu kita, jika tidak Bumi, dari siapa semua makhluk hidup bermunculan? Namun apa yang ia maksud dengan tulang ibu kami? "

"Mungkin maksudnya batu-batuan," kata Pyrrha. "Mari kita menuruni gunung sambil mengumpulkan batu dan melakukan sesuai apa yang tadi dia katakan.”

Mereka pun berjalan, menuruni lereng curam Gunung Parnassus sambil mengumpulkan batu dan mulai melemparkannya ke belakang melewati pundak mereka. anehnya, batu-batu di lempar oleh Deucalion berubah menjadi pria dewasa yang gagah dan tampan, sedangkan batu-batu yang di lempar oleh Pyrrha berubah menjadi wanita dewasa yang cantik.

Entah berapa banyak batu yang di lemparkan, Ketika akhirnya sampai di dataran dan menoleh ke belakang, ternyata telah banyak pria dan wanita yang berjalan mengikuti mereka.

Deucalion menjadi raja bagi umat manusia yang baru, mengatur mereka, mengajarkan bagaimana mengolah tanah dan melakukan banyak hal yang berguna. Bumi pun di isi dengan orang-orang yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Mereka menamakan tempat itu Hellas, sampai sekarang keturunan Deucalion dan Pyrrha ini di sebut Hellenes, dan tempat itu sekarang dinamakan Greece atau Yunani.

Titan Yang Merelakan Diri disiksa Demi Umat Manusia Dalam Mitologi Yunani





















Dalam mitologi Yunani, api merupakan zat yang hanya boleh dimiliki dan dinikmati para dewa, para dewa merahasiakan api dan kegunaannya dari manusia. Namun salah satu titan bernama Prometheus memberikan dan mengajari cara menggunakan api kepada manusia.

Zeus mengetahui Prometheus telah mencuri api untuk di berikan kepada manusia dan memberitahukan rahasia api. Hal ini membuatnya marah dan memanggil Protheus,”Dari api tersebut manusia harus memberikan persembahan kepada para dewa” titahnya,”ajarkan kepada mereka cara memberikan persembahan”.

Prometheus sangat mencintai manusia, melebihi kasih sayangnya pada dewa Olimpus yang telah membuang sebagian besar keluarganya ke Tartarus , dia tidak ingin ras yang di cintainya kerepotan dengan permintaan tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk mengelabui Zeus.

Dia memotong seekor lembu jantan dan memasukan semua tulang ke dalam bundelan lemak yang terlihat menarik, lalu ia memasukkan semua daging terbaik dan membungkusnya dengan jeroan. Prometheus kemudian menemui Zeus dan memintanya untuk memilih. Zeus memilih bundelan lemak yang berisi tulang, karena telah menentukan pilihannya, Zeus harus menerima itu sebagai bagiannya untuk persembahan sampai kapanpun, agama masyarakat Yunani kuno memberikan persembahan kepada Zeus berdasarkan mitologi ini.

Dengan penuh kemarahan atas muslihat Prometheus terhadap dirinya, Zeus mengambil api dari manusia. Namun, Prometheus menyalakan obor dari matahari dan membawanya kembali lagi ke manusia. Zeus pun murka karena manusia kembali memiliki api. Dia memutuskan untuk memberikan hukuman yang kejam pada manusia dan Prometheus.

Untuk menghukum manusia karena menyimpan api suci, Zeus meminta para dewi untuk menciptakan seorang wanita dengan kecantikan yang menakjubkan. Para dewa memberi banyak hadiah kekayaan yang fana yaitu kecantikan, keindahan, kelembutan namun dibalik itu diberikan juga rasa curiga, ingin tahu, cemburu dan terakhir Hermes memberikan sifat gemar menipu. Penciptaan ini adalah Pandora, wanita pertama dalam mitologi Yunani.

Sebuah hadiah terakhir adalah kotak yang terlarang bagi siapapun untuk membukanya. Setelah itu, Zeus mengirim Pandora ke Epimetheus yang tinggal di antara manusia.

Prometheus telah memperingatkan Epimetheus untuk tidak menerima hadiah dari Zeus, tetapi Pandora telah diciptakan dengan kecantikan dan keindahan yang luar biasa, Epimetheus pun menerimanya.

Pandora telah diberikan sikap cemburu, curiga dan ingin tahu yang merupakan sifat kebanyakan para wanita, ia merasa sangat cemburu dengan kotak pemberian Zeus yang sangat distimewakan oleh Prometheus dan Epimetheus, selain itu dia sangat ingin tahu, rahasia apa yang terdapat dalam kotak itu.

Hari ke hari perasaan cemburu dan ingin tahu Pandora semakin tak tertahankan, tak ada lagi yang ada dipikirannya kecuali bagaimana mengetahui isi kotak pemberian Zeus. Lalu pada suatu kesempatan, Pandora berhasil menipu Prometheus dan Epimetheus dan mendapatkan kotak tersebut dan dengan segera membukanya.

Saat kotak terbuka segala kejahatan pun berterbangan dari dalam kotak tersebut, ternyata Zeus mengurung semua kejahatan, kesedihan, wabah penyakit, kemalangan dan semua keburukan dalam kotak itu, pada saat Pandora menyadari kebodohannya ia segera menutup kotak, hanya satu hal yang tersisa dalam kotak, yaitu “Harapan”.

Oleh karena itu meskipun berbagai macam kejahatan dan keburukan telah lepas kedunia dan menjadikan manusia kejam dan jahat, namun para dewa masih menyisakan harapan bagi umat manusia. Cerita pandora merupakan asal-usul kejahatan di dunia dalam mitologi Yunani.

Zeus menyaksikan ulah Pandora dan segera menghakimi Prometheus atas kegagalannya menjaga kotak yang pada akhirnya disebut “Kotak Pandora”. Selain gagal menjaga kota Prometheus pun dihukum berat karena 3 hal, yaitu menipu Zeus, mencuri api bagi manusia, dan menolak untuk memberitahu Zeus tentang rahasia masa depan tahta alam semesta.

Zeus mengirim Prometheus ke Pegunungan Kaukasus, dan mengikatnya ke batu dengan rantai adamanite yang sangat kuat. Di sini ia disiksa siang dan malam oleh elang raksasa yang setiap saat merobek dadanya dan memakan jantungnya.

Akhirnya Zeus memberikan Prometheus dua jalan keluar dari siksaan ini, yaitu ia harus memberitahu Zeus siapa ibu dari anak yang suatu saat akan merebut tahtanya. Atau memenuhi dua kondisi: Pertama, harus ada mahluk abadi yang rela hilang dari eksistensi bagi Prometheus. Kedua, harus ada salah satu dari kaum manusia yang membunuh elang dan memutuskan rantai adamanite. Akhirnya, Chiron Centaur merelakan dirinya hilang dari eksistensi demi Prometheus, dan Hercules, manusia terkuat dalam mitologi Yunani yang juga merupakan anak dari pernikahan Zeus dan manusia membunuh elang lalu memutuskan rantai yang membelenggu Prometheus.

Mitologi Penemuan Api Oleh Masyarakat Yunani





















Orang Yunani kuno mempercayai bahwa bumi di mana kita hidup ini, dulunya hanyalah tumpukan materi, di mana tanah dan air dan udara bercampur - baur. Tidak ada cahaya atau kehidupan di mana-man kecuali di antara para dewa di surga.

Akhirnya para dewa sepakat untuk membentuk tumpukan ini. Mereka pisahkan udara dari bumi dan air. Udara yang ringan terbang, dan membentuk langit. Bumi yang berat tenggelam, tapi air yang mengalir di sekitar mengangkatnya, sehingga bumi tidak tenggelam seluruhnya.

Kemudian dewa memberi bentuk kepada bumi. Mereka mengangkat pegunungan, menyisakan lembah. menggali jalan untuk sungai, menetapkan pulau di laut, mereka membuat dunia terlihat sebagaimana yang kita lihat sekarang.

Mereka juga menghiasi bumi dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yang memberikan cahaya. Menutupi Gunung-gunung dengan pepohonan , menumbuhkan bunga dan rumput. mengisi ikan di laut, melepaskan burung-burung yang beterbangan di udara, dan hewan di daratan.

Semua makhluk hidup ini dibuat oleh dua Titan. Nama mereka Prometheus dan Epimetheus. Mereka juga menciptakan manusia, lebih mulia daripada binatang, karena ia berjalan tegak dan mendongak ke surga, sementara makhluk lain berjalan di atas empat kaki dan melihat ke tanah.

Epimetheus yang membuat semua itu, dan Prometheus yang mengawasinya. Hewan-hewan mendapatkan karunia yang berbeda. Lembu sangat kuat, kuda bisa berlari cepat, burung hantu bijaksana, rubah licik, elang memiliki sayap, singa dan beruang memiliki gigi dan cakar untuk melawan, ular memiliki racun untuk membunuh korban atau musuh-musuhnya

Binatang diberikan bulu agar mereka tetap hangat. Bahkan tiram dan kerang di berikan cangkang agar mereka bisa menutup diri dengan ketat untuk perlindungan. Namun manusia tidak memiliki sayap, bulu, cangkang dan pelindung apapun.

Meskipun manusia mahluk paling mulia dari semua makhluk yang ada, namun ia paling lemah dan paling tak berdaya, dan di saat manusia datang untuk meminta karunia atau pemberian, tidak ada satupun yang tersisa.

Dua bersaudara Titan berdiri dan saling memandang. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" kata Epimetheus. "Semuanya telah diberikan."

"Masih adakah yang tersisa?" kata Prometheus.

"Tidak ada, sama sekali," jawab kakaknya.

Mereka melihat ke sekeliling, tapi tidak ada bantuan apapun yang datang. Kemudian mereka pun menatap matahari yang bersinar.

"Oh, aku tahu!" kata Prometheus. "Tunggu aku di sini."

"Ke mana kau akan pergi?" tanya saudaranya.

"Kau akan tahu di saat aku kembali," jawab Prometheus.

Lalu ia mendaki ke puncak gunung tertinggi, dimana ia bertemu Athena (dewi kebijaksanaan) yang membantunya naik ke langit . Di puncak gunung dia mematahkan cabang pohon pinus, yang terus di genggamnya selama perjalanan ke langit.

Saat matahari datang dengan kereta yang berapi, Prometheus menyentuhkan cabang pinus ke roda yang terbakar. Seketika cabang itupun terbakar dengan kobaran api yang menyala-nyala. Prometheus bergegas kembali dan berlari menuruni gunung. Sepanjang jalan ia menjaga cabang tetap terbakar.

Ketika sampai, ia berkata kepada Epimetheus, "Cepat! tumpukan cabang-cabang pohon ini aku membawa api dari langit, yang akan menjadi salah satu hadiah terbaik untuk manusia. Dengan ini ia pasti bisa menaklukkan semua makhluk lain dan menjadi pemimpin darat, laut dan udara. "

Epimetheus berlari mengumpulkan cabang dan menumpuknya. Prometheus melemparkan ranting yang masih berkobar ke tumpukan itu. Ranting-ranting itu pun terbakar, dan segera ada terang, keceriaan menderu.

Dua Titan itu pun memanggil manusia, dan berkata, "Kemarilah, hangatkan tubuhmu", karena malam telah datang dan udara semakin dingin, Pria itu mengulurkan tangannya ke arah api lalu tertawa, "Ini bukan mainan" kata Titan, "Kau harus menjadikannya sebagai hambamu, dan berhati-hatilah, jangan pernah membiarkan hal itu menjadi tuanmu. Gunakan dengan benar, dan itu akan membuat engkau menjadi raja atas segala sesuatu di dunia. "

Manusia itu sangat senang, dan menjaga api terus menyala. Ketika musim dingin datang, dia tidak harus melakukan perjalanan ke selatan, seperti burung, atau pergi tidur di pohon berlubang, seperti beruang. Dia membuat api di gubuknya, dan nyaman di sana. Segera ia belajar untuk memasak makanan, karena makanan yang matang terasa lebih sedap daripada makanan mentah.

Ia menemukan bebatuan yang dapat meleleh, dan bebijian yang kita sebut biji timah – biji seng, biji tembaga, biji emas, biji perak. Lalu melelehkan emas dan perak, dengan palu batu ia menempa cincin, gelang dan anting-anting untuk dikenakannya.

Dia mencairkan tembaga dan seng bersama-sama dan membuat perunggu. Dibuatnya potongan yang tajam dan runcing lalu diikat pada tongkat panjang, menjadi tombak. Dengan itu ia bisa melawan singa dan beruang, menjaganya jauh dari jangkauan cakar binatang buas.

Dengan tombak ini ia juga bisa menangkap ikan. Setelah itu ia membuat kait perunggu untuk memancing. Dia belajar menggunakan busur, dan panah berujung perunggu. Hingga dia bisa memanah burung yang terbang, atau berburu rusa. Dia membuat kapak untuk menebang pohon, dan mata bajak untuk mengolah tanah. Dengan demikian ia memiliki alat yang jauh lebih baik dari setiap jenis batu yang digunakan pada awalnya.

Butuh waktu yang lama bagi manusia menemukan cara untuk mencairkan dan membentuk besi yang lebih baik dan lebih berguna daripada perunggu. Jadi api dari langit memberikan manusia penguasaan atas alam, dan membuat mereka menjadi penguasa bumi.

Masa Kita Sekarang Adalah Akhir Zaman Menurut Mitologi Yunani





















Ages of Man atau Zaman Manusia adalah tahapan eksistensi umat manusia (yang di dominasi oleh laki-laki) di muka bumi menurut mitologi Yunani. Degradasi kondisi umat manusia dari waktu ke waktu ditandai secara simbolis dengan logam (kecuali Heroic Age) yang berturut-turut mengalami penurunan nilai dan di bagi dalam 5 zaman.

Golden Age/zaman emas
Zaman dimana Cronus berkuasa.Umat manusia dibentuk dari bumi melalui tangan Prometheus. Mereka hidup di antara para dewa dan bebas berbaur. Kedamaian dan keharmonisan berlaku selama zaman ini. Manusia tidak perlu bersusah payah memenuhi kebutuhan, bumi menyediakan makanan yang melimpah. Mereka hidup sampai usia yang sangat tua akan tetapi tetap terlihat muda dan akhirnya meninggal dengan tenang, Roh mereka hidup sebagai "Guardian/Penjaga".

Silver Age/zaman Perak
Setelah Titanomachy atau perang besar para Titan, dimulailah zaman perak yang ditandai dengan kekuasaan para penerus Cronus dan anaknya, Zeus. Pada zaman ini Zeus menciptakan manusia dari pohon Ash, Umat manusia di zaman ini tidak memiliki umur sepanjang manusia di zaman emas, hanya seratus tahun dan sebagian besar waktunya dihabiskan dengan berselisih satu sama lain. Mereka menolak menyembah dewa Zeus dan akhirnya di binasakan oleh Zeus karena sifat keduniawiannya. Setelah mati, manusia di zaman ini menjadi roh kudus di dunia bawah (underworld).

Bronze Age/zaman perunggu
Para umat manusia (kaum pria) di Zaman Perunggu sangat keras dan kasar. Perang adalah tujuan hidup dan kesenangan buat mereka. Senjata dan peralatan serta rumah-rumah mereka terbuat dari perunggu. Orang-orang di Zaman ini menyelesaikan permasalahan dengan cara-cara kekerasan mereka sendiri. setelah mati mereka menjadi roh yang tidak dikenal dan di kirim ke bagian paling menakutkan di dunia bawah, zaman ini diakhiri dengan banjir Deucalion.

The Heroic Age/zaman pahlawan
Setelah banjir Deucalion, semua manusia musnah kecuali Deucalion dan Pyrrha, lalu umat manusia di ciptakan kembali dari tulang bumi (batu). Ras manusia masa ini disebut Henitheoi, Orang-orang zaman ini lebih heroik dari para pendahulu dan penerus mereka. Umat manusia hidup bersama para pahlawan dan Demigods. Pahlawan pada zaman inilah yang bertempur di Thebes dan Troy. Setelah mati, roh mereka akan pergi ke Elysium.

Iron Age/zaman besi (sekarang)
Selama periode ini manusia akan bekerja sangat keras dan menderita untuk memenuhi kebutuhan hidup. Anak-anak tidak menghormati orang tua mereka, perkelahian saudara dengan saudara, sopan santun dan tradisi dilupakan. Selama masa ini orang jahat menggunakan kebohongan agar dianggap baik. Pada puncak zaman ini, manusia tidak lagi merasa malu atau marah pada perbuatannya, bayi akan lahir dengan rambut abu-abu dan para dewa benar-benar meninggalkan manusia: "tidak akan ada bantuan melawan kejahatan."

Kepercayaan Masyarakat Yunani Kuno Tentang Kehidupan Setelah Mati Yang dipengaruhi Oleh Mitologi.





















Roh seseorang yang telah terpisah dari raganya akan diangkut ke dunia bawah (Underworld) melalui pintu masuk Hades di ujung bumi, Menuju kerajaan orang mati yang berhubungan dengan kerajaan para dewa.

Hades putra Kronus, saudara Zeus dan Poseidon, adalah dewa dunia bawah. Setelah Titanomachy (perang terhebat dalam mitologi Yunani), ia di berikan tanggung jawab untuk menjadi penguasa dunia bawah. meskipun diizinkan untuk memiliki kekuasaan di bumi juga. Namun, Hades jarang terlihat di luar wilayahnya.

Dunia bawah dikelilingi oleh serangkaian sungai: The Acheron (sungai kesakitan), The Cocytus (sungai ratapan), The Phlegethon (sungai api), The Styx (sungai kutukan), dan The Lethe (sungai kelupaan). Setelah melintasi sungai, terdapat gerbang Adamantine yang dijaga oleh Cerberus, gerbang tersebut merupakan pintu masuk ke kerajaan orang mati yang di dalamnya berdiri dengan megah istana sang penguasa, Hades.

Menurut mitologi yunani, setelah mati, pada jasad seseorang akan di letakkan koin di mata atau di dalam mulutnya, koin itu digunakan untuk membayar jasa Charon agar mau mengangkut roh yang di bimbing oleh Hermes menyeberangi sungai Styx menuju kerajaan Hades. Roh yang tidak memiliki koin harus berjalan menyusuri tepian sungai Styx selama seratus tahun agar bisa mencapai gerbang Adamantine.

Cerberus memperbolehkan roh masuk namun tidak memperbolehkannya keluar lagi. Selanjutnya roh akan di bawa ke hadapan tiga hakim; Rhadamanthus, Minos, dan Aeacus, yang menjatuhkan hukuman. roh baik akan di bawa ke Elysian Fields, sebuah tempat untuk roh yang pada masa hidupnya dekat dengan para dewa. Para pahlawan seperti Kadmos, Peleus dan Achilles berada di sini.

Roh yang diberkati akan di berikan pilihan, terlahir kembali atau masuk ke Elysium dan berada selamanya di sana. Roh yang terlahir kembali sebanyak tiga kali dan berhasil mendapatkan Elysium sebanyak tiga kali secara berurutan akan di bawa ke sebuah pulau di alam Elysium yang dinamakan Isles of Blessed atau surga abadi.

Bagi roh yang semasa hidupnya tidak melakukan kejahatan berat namun tidak juga mengerjakan kebaikan atau penghargaan yang membuatnya layak di kirim ke Elysium akan di bawa ke padang rumput Asphodel.

Roh yang melakukan kejahatan besar terutama melawan Tuhan semasa hidupnya akan di bawa ke Field of Punishment. Hadel sendiri yang akan membuat hukuman untuk setiap roh berdasarkan tindak kejahatan mereka.

Selain itu masih ada sebuah tempat di dunia bawah yang di sebut Tartarus, diluar kerajaan orang mati meskipun hades masih memiliki kekuasaan atasnya. Di tempat ini Zeus melemparkan Cronus dan para Titan setelah mereka kalah dalam Titanomachy, dengan segera Cronus menjadi penguasa di tempat ini.

Pertempuran Terhebat Dalam Mitologi Yunani Untuk Memperebutkan Kekuasaan di Alam Semesta





















Titanomachia, dalam mitologi yunani yang dikenal juga sebagai Pertempuran Titan, Pertempuran Dewa, atau Perang Titan, adalah Rangkaian pertempuran selama sepuluh tahun di Thessaly (Aeolia) antara Titan yang berbasis di Gunung Othrys melawan Olympian, para dewa muda yang selanjutnya menetap di gunung Olimpus.

Pertempuran itu memang telah ditakdirkan Setelah Titan termuda, Cronus (Kronos), menggulingkan ayahnya sendiri, Uranus (penguasa alam semesta), dengan bantuan ibunya, Gaea (bumi ).

Uranus memancing permusuhan dengan Gaea ketika ia memenjarakan Hecatonchires dan Cyclopes di Tartarus. Gaea menciptakan sabit besar dan mengumpulkan Cronus dan saudara-saudaranya lalu meminta mereka untuk mengebiri Uranus. Hanya Cronus yang bersedia melakukannya, Gaea pun memberikan sabit itu kepadanya.

Ketika Uranus tertidur, Cronus menyerang dengan sabitnya, memotong alat kelamin ayahnya, dan melemparkannya ke laut. Uranus tidak berdaya dan sekarat, di saat itulah ia membuat ramalan bahwa anak-anak Cronus sendiri akan memberontak sebagaimana Cronus memberontak terhadap ayahnya sendiri.

Dari darah Uranus yang tertumpah di atas bumi, muncul Gigantes, Erinyes, dan Meliae, dan dari potongan alat kelamin ayahnya yang bercampur dengan darah,mani dan air terciptalah Aphrodite.

Cronus mengambil takhta ayahnya menjadi penguasa alam semesta. Ia kemudian mengamankan kekuasaannya dengan kembali memenjarakan saudara-saudaranya Hecatonchires dan Cyclopes, juga saudara barunya para Gigantes, di Tartarus.

Cronus, merasa cemas dan takut dengan ramalan Uranus, la berubah menjadi raja yang mengerikan sebagaimana Uranus, ayahnya. Ia menelan setiap anaknya yang lahir dari adik yang menjadi istrinya, Rhea. Namun Rhea berhasil menipu Cronus dengan cara membungkus batu yang terbungkus selimut dan memberikannya kepada Cronus untuk di telan lalu menyembunyikan anak bungsu mereka, Zeus.

Rhea membawa Zeus ke sebuah gua di Pulau Kreta, di mana ia dibesarkan oleh Amalthea. Setelah mencapai usia dewasa, ia menyamar sebagai pelayan Cronus, lalu Metis memberinya campuran mustard dan anggur untuk di berikan kepada Cronus, menyebabkan Cronus memuntahkan anak-anaknya tertelan. Setelah membebaskan saudara-saudaranya, Zeus memimpin mereka dalam pemberontakan melawan para Titan.

Pertempuran luar biasa pun terjadi, dan akhirnya di menangkan para Olympian (dewa-dewi olimpus), mereka pun membagi wilayah kekuasaanya di dunia : Zeus diberi wilayah atas langit dan udara, dan diakui sebagai penguasa. Poseidon diberi laut dan semua air, sedangkan Hades diberi Underworld, dunia orang mati. Setiap dewa lainnya diberi jatah kekuasaan sesuai dengan sifat dan kecenderungan masing-masing dan di persilahkan melakukan apa saja yang mereka sukai di muka bumi.

Pergeseran Paradigma Mitologi Yunani Melalui Kisah Kudeta Para Dewa Olimpus





















Dalam mitologi Yunani, Titan adalah ras Primeval (purba) dari dewa yang kuat, keturunan Gaea dan Uranus, yang memerintah selama Zaman Emas (Golden Age) yang legendaris . Mereka adalah makhluk abadi dengan stamina dan kekuatan yang luar biasa, juga jajaran pertama dewa dan dewi Yunani.

Pada generasi pertama dari dua belas Titan (Dewa) adalah Oceanus, Hyperion, Coeus, Cronus, Crius, Iapetus dan Titaness (Dewi) Mnemosyne, Tethys, Theia, Phoebe, Rhea, dan Themis.
Generasi kedua Titans terdiri dari, anak Hyperion – Eos , Helios, dan Selene; Putri Coeus – Leto dan Asteria; Anak Iapetus – Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoetius; Putri Oceanus – Metis; Putra Crius – Astraeus, Pallas, dan Perses.

Para Titan digulingkan oleh ras dewa muda, Olympian, di Titanomachy ("Perang Para Titan"). Hal ini merupakan pergeseran paradigma mitologi Yunani yang mungkin telah dipinjam dari Timur kuno.

Mitologi Yunani Yang Menjelaskan Asal-Usul Penciptaan





















Salah satu sumber mitologi Yunani adalah puisi Hesiod, yang berjudul Theogony, Menurut Theogony Hesiod (sekitar 700 SM), pada mulanya hanya ada Chaos sebelum terciptanya alam semesta. Chaos adalah kekosongan – kegelapan , keheningan, keanehan yang tak berbentuk dan tak terbatas tanpa ada jejak kehidupan.

Dari dalam Chaos muncul Ibu Bumi (Mother Earth) Gaea yang menjadi keberadaan awal dari segala sesuatu yang berbentuk dalam mitologi Yunani. Penuh kehidupan dan kekuatan, Gaea menciptakan Gunung-gunung tinggi, Dataran-dataran rendah, sungai-sungai, danau-danau dan lautan.

Setelah itu Chaos menciptakan Tartarus, perwujudan dari dunia bawah yang membangun kediaman jauh di bawah dunia Gaea, lalu Tartarus dan Gaea bersama-sama menciptakan Typhoeus (Typhoon), Naga yang terkenal sangat mengerikan dan sangat ditakuti dalam mitologi Yunani, dengan ratusan kepala dan selalu menyemburkan api disaat bernafas.

Kemudian cinta pun muncul dari Chaos dalam bentuk Eros, Dewa paling tampan dari semua dewa yang pernah ada dalam mitologiYunani. Chaos juga melahirkan Erebus, simbolisasi dari keheningan gelap, dan Nyx, perwujudan malam. Eros, Erebus dan Nyx bersatu, lewat campur tangan kedua dewa tersebut Nyx menciptakan Aether (Atsmosphere/Atmosfir) dan Hemera (Hari).

Penciptaan Dunia Serta Kelahiran Para Dewa-Dewi Menurut Mitologi Yunani





















Orang-orang Yunani kuno, mencoba menjelaskan fenomena metafisik tertentu dengan menciptakan mitos menakjubkan tentang Cosmogony (penciptaan Dunia) dan Theogony (kelahiran para dewa).

Asal-usul para dewa agama Yunani kuno dijelaskan dalam Theogony, puisi terkenal yang disusun oleh penulis Yunani – Hesiod, sekitar 700 SM, dan Perpustakaan Apollodoros. Penciptaan para dewa-dewi dalam Mitologi Yunani dibagi menjadi empat bagian:

Eksistensi Chaos
Dalam mitologi Yunani, pada mulanya belum ada dunia, hanya ada Chaos, kekacauan bentuk yang tak terhingga pada segala sesuatu, dianggap juga sebagai kekosongan. Chaos diikuti oleh Gaea (Bumi), dan Eros (Hasrat) sang penghalang logika. Gaea kemudian membawa Uranus (Surga), Pontus (Laut) dengan amukan gelombangnya, dan gunung-gunung tinggi yang penuh hutan ke dunia.

Pengebirian Uranus
Tugas Uranus mengelilingi dan menutupi Gaea dengan mantel berbintang, namun, dengan segera Uranus dan Gaea bersatu dan merekapun menjadi pasangan ilahi pertama dalam mitologi yunani. Gaea melahirkan dua belas Titans dari Uranus: Oceanus, Coeus, Crius, Hyperion, Iapetus, Theia, Rhea, Themis, Mnemosyne, Phoebe, Tethys dan si bungsu Cronus. Selain itu, ia menghasilkan tiga makhluk bermata satu yang disebut Cyclopes (Brontes, Steropes dan Arges ), serta makhluk dengan tiga ratus tangan yang disebut Hecatonchires.

Uranus takut anak-anaknya akan menggantikan posisinya, sehingga ia mendorong anak-anaknya kembali satu per satu ke dalam rahim Gaea. Hal itu membuat Istrinya Gaea sangat bersedih karena kehilangan anak-anaknya sendiri, sehingga pada akhirnya dia memutuskan menyerahkan sabit pada si bungsu Cronus, untuk mengebiri ayahnya.

Cronus melaksanakan kehendak Gaea disaat ayahnya sedang tidur, darah dari Uranus dikumpulkan oleh Gaea dan dari darah tersebut terciptalah Erinyes (kemurkaan), Giants dan Nymphs. Cronus kemudian melemparkan alat kelamin ayahnya ke laut.

Alat kelamin yang tercebur kelaut melebur dan menjadi buih-buih, dari awal mula munculnya buih di Pulau Kythera, perlahan menuju ke pulau Paphos, di Cyprus modern. Di Paphos, buih berubah menjadi Aphrodite, dewi Cinta dan Kecantikan Olimpus, dewi paling cantik dalam mitologi Yunani.

Usaha Zeus yang luar biasa untuk meloloskan diri dari Ancaman Cronus
Segera , Cronus menyelamatkan saudaranya dan berbagi Dunia (Cosmos) dengan mereka. Kemudian, Cronus menikahi adiknya Rhea dan bersama-sama mereka menciptakan anak yang kelak menjadi dewa-dewi Olympian.

Namun, Cronus pun mulai merasakan hal yang di rasakan oleh ayahnya, takut suatu hari anak-anaknya akan mengambil alih posisinya, ia pun mulai menelan anak-anaknya sendiri.
Rhea merasa sangat tidak nyaman dengan tingkah suaminya, dan berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan anak bungsunya, Zeus. Dia pun mengelabui suaminya dengan memberikan batu besar untuk di telan lalu mengirim Zeus ke pulau Crete di Yunani.

Pertempuran Kejayaan para Dewa Olympian melawan Titans (Titanomachy)
Zeus dibesarkan di pulau Crete. Diberi makan oleh kambing Amaltheia dan para peri merawatnya dengan sangat baik. Merpati membawakan ambrosia (makanan para dewa-dewi mitologi yunani) dari jauh untuk makanan dan elang membawakan madu terbaik untuk di minum.

Ketika ia memasuki usia dewasa, seperti yang telah diramalkan, Zeus menyelamatkan semua saudaranya lalu memulai perang melawan ayahnya dan para Titan. Perang ini dikenal dengan nama "Titanomachy". Dalam pertempuran ini, Zeus berhasil menumbangkan Cronus, melemparkannya dan para Titans ke kedalaman dunia bawah (Underworld). Sebuah pertempuran terbesar dalam mitologi Yunani yang melibatkan para Giant, di mana para dewa Olimpus unggul ... dan tibalah waktunya bagi para dewa Olimpus memerintah dunia!